Kedua pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Keuangan (Himamankeu) menunjukkan kemampuannya beradu gagasan dalam Debat Publik Pemira yang dilaksanakan Kamis, (5/12/2019). Dengan paslon nomor urut satu, Aan Tri Fachtiar dan Diftania Fika serta paslon nomor urut dua Hadid Riswandha Maulana dan Andika Adi Parwa Valino Widodo.
Setelah penyampaian visi dan misi, acara Debat Publik masuk ke sesi tanya jawab yang terdiri dari tiga sesi. Pada sesi pertama, para paslon harus menjawab pertanyaan dari kedua panelis, yaitu Acwin Hendra Saputra selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Keuangan PKN STAN dan Mahendra D. Setyawan selaku Ketua Himamankeu periode 2018/2019. Salah satu pertanyaan krusial yang dilontarkan oleh panelis adalah mengenai program-program yang telah dijabarkan oleh paslon akan mampu mewujudkan visi dan misi yang mana.

Setelah sesi satu berakhir, debat dilanjutkan dengan sesi kedua dimana para paslon saling menyampaikan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diajukan paslon nomor urut dua kepada paslon nomor urut satu adalah bagaimana cara yang dilakukan oleh paslon nomor urut satu untuk menarik partisipasi dari mahasiswa Alih Program (AP) dalam program-program yang direncanakan. Paslon nomor urut satu mengungkapkan bahwa mereka memiliki program Kakak Sharing yang dapat meningkatkan kepedulian dan kontribusi antara mahasiswa AP dengan mahasiswa regular. Kemudian, giliran paslon nomor urut satu memberi pertanyaan kepada paslon nomor urut dua berupa apa langkah konkret yang akan diambil mengenai hal-hal berkaitan dengan kepedulian. Dalam perspektif paslon nomor urut dua, mereka akan mengadakan program berupa Himahadir yang bertujuan untuk memberikan mahasiswa kesempatan berpartisipasi dan berbagi berbagai masukan dalam suatu kegiatan.

Hadid – Andika menjawab, “Yang pastinya ketika sudah merencanakan sesuatu, berarti kita akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan hal tersebut begitu juga dengan program-program kerja yang kita sudah rencanakan jauh hari agar program tersebut terealisasi di tahun kita menjabat.” Sebaliknya, Aan – Difta berbeda pendapat dalam menjawab pertanyaan tersebut. Mereka menjelaskan, “Apabila kita menjaminkan sesuatu berarti kita menginginkan hal yang perfeksionis. Menurut kami, perfeksionis tidak dapat dijalankan didalam organisasi karena organisasi itu sifatnya dinamis, di mana diperlukan penyesuaian dan perubahan yang memungkinkan sesuatu hal dapat tidak terjadi, namun berbicara tentang menjamin kami dari awal memiliki keyakinan bahwa hal ini akan tercapai.”
Mengakhiri rangkaian acara, debat publik ditutup dengan closing statement dari masing-masing paslon. "Percayalah bahwa kita mempunyai harapan yang sama dan percayalah bahwa kedepannya Manajemen Keuangan akan berjaya. Saya Aan dan saya Difta #AdaHarapan, terima kasih." tutup paslon nomor urut satu.
"Manajemen Keuangan adalah sebuah jurusan yang besar di mana mahasiswa Manajemen Keuangan tidak bisa diraih oleh seorang, tidak bisa diraih oleh sebuah kelompok tapi kejayaan Manajemen Keuangan hanya bisa diraih oleh partisipasi dari kita semua karena kita adalah Manajemen Keuangan. Untuk itu, perlu perhatian dari teman-teman semua, yang paling dasar adalah kalian harus hadir pada tanggal 11, hari rabu besok untuk menentukan pilihan kalian. Saya di sini Hadid Riswandha Maulana dan saya Andika Adhi Parwa Valino Widodo, terima kasih, karena dengan #SemestaHadir bersama kita bisa." tambah paslon nomor urut dua.
Kontributor : Octry Anggun, Rabiatul Adawiyah, Safira Rahmi
No comments:
Post a Comment